Wagub: Upaya Konservasi Alam Dimulai dengan Edukasi

Editor: Minangpos.com author photo
MEDAN - Konservasi alam memiliki segudang manfaat, tidak hanya bagi lingkungan tetapi juga bagi umat manusia. Tanpa alam yang lestari dan terlindungi, kehidupan manusia yang banyak bergantung dari alam juga pasti mengalami ancaman. Untuk itu, upaya konservasi harus aktif dan gencar dilakukan.

Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajeksahah, saat menerima Rektor Universitas Medan Area (UMA) Prof Dr Dadan Ramdan MMEng MSc, serta Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumut (BBKSDA SU) Hotmauli Sianturi, di Ruang Kerja Wagub, Lantai 9, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (8/10).

Dalam pertemuan tersebut, dibahas perihal pelaksanaan Kemah Konservasi se-Sumut di Kampus UMA. Turut hadir dalam rombongan tersebut Wakil Rektor UMA Bidang Kemahasiswaan Muazul, Kepala Biro Kemahasiswaan UMA Sri Irawati, Bagian Kemahasiswaan Sulaiman Lubis, Kabidtek BBKSDA SU Irzal Azhar, Kasi P2 BBKSDA SU Suyono.

"Salah satu upaya konservasi ini ya kita mulai dengan edukasi. Karena tak bisa kita pungkiri masih banyak yang belum paham akan pentingnya konservasi. Bila perlu sejak dini, untuk anak-anak SD dibuat juga program-program edukasinya di sekolah," katanya.

Sumut dengan potensi alam yang luar biasa, kata Wagub, jika dijaga dan dilestarikan dengan baik, juga bisa menjadi destinasi wisata. "Sayangnya wisata alam kita masih banyak yang terbengkalai dan perlu dibenahi. Sebagai pengunjung, saat berwisata, kita juga wajib menjaga. Jangan buang sampah sembarangan, dan lainnya," terangnya.

Secara pribadi, Wagub bercerita bahwa dirinya dan Gubernur adalah sosok yang mencintai alam. Untuk itu, Wagub dan Gubernur sangat mendukung upaya-upaya pelestarian alam. Saat ini, ada tiga destinasi yang akan segera dibenahi yakni Tahura, Bahorok, dan Tangkahan.

Wagup pun mendukung terlaksananya Kemah Konservasi se-Sumut di UMA. "Semoga berjalan lancar dan memberi manfaat bagi masyarakat. Dan dari kemah tersebut, lahir inovasi dan aksi-aksi konservasi yang lebih aktif dan luas di Sumut," harapnya.

Sebelumnya, Kepala BBKSDA SU Hotmauli Sianturi menyebut bahwa Kemah Konservasi 2019 akan diselenggarakan di Taman Hutan Kampus UMA, di Kampus I Jalan Kolam, Medan Estate/Jalan Gedung PBSI, Medan. Berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 10-12 Oktober 2019, Kemah tersebut akan mengemas beragam acara bersifat edukasi, hiburan, serta lomba bertema konservasi.

"Pesertanya adalah mahasiswa se-Sumut khususnya pegiat konservasi dan anggota Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) dan Siswa Pecinta Alam (Sispala). Sebagai informasi Pak, baru-baru ini ada kader konservasi kita yang memperoleh penghargaan pada Hari Konservasi Alam Nasional di Batam, tingkat universitas Mapala UMA juga memperoleh penghargaan," jelas Hotmauli.

Turut mendampingi Wagub Kepala Dinas Pendidikan Sumut Arsyad Lubis, dan Kepala Dinas Perkebunan Sumut Herawati.**
Share:
Komentar

Berita Terkini