Sembilan Warga Minang Meninggal dalam Kerusuhan Papua, Ini Pesan Ketum MUI Sumbar

Editor: Minangpos.com author photo
MINANGPOS - PADANG :  Menyikapi meninggal dunianya putra-putri ranah minang kerusuhan Wamena Papua, Ketum MUI Sumbar angkat bicara.
Ketuam MUI Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar mengatakan Nyawa anak bangsa melayang, termasuk 9 warga Minangkabau menjadi korban di dalam lingkaran wilayah NKRI yang diperjuangkan oleh para tokoh kita dengan tumpahan darah dan air mata.
"Sebagai seorang muslim, istirjak (inna lillahi wa inna ilaihi rajiun) dan lantunan doa serta menjadikan kesabaran sebagai pakaian adalah suatu sikap keimanan. Namun sebagai warga negara dan rakyat bangsa ini, apakah tak perlu dan terlarang kami bertanya, Dimana kehadiran penguasa dan mereka yang menikmati tetesan keringat rakyat selama ini," ujarnya.
"Kalau dalam kondisi seperti ini, penguasa tetap absen dan hanya sama-sama bisa meratapi mayat yang telah berjatuhan, akankah kami harus mengambil kesatuan langkah dengan menggelar rapat akbar ranah Minang mangisa karih sebagai isyarat bahwa tidak begitu saja darah tertumpah sia-sia dan tak semurah itu nyawa melayang di dalam negara kesatuan yang selama ini kami cintai," tuturnya
"Dibunuhnya putra-putri Minangkabau di Papua tidak cukup hanya mengundang ucapan duka semata. Kalau memang kita hidup bernegara, kami patut bertanya, dimana tuan-tuan yang mengaku menjadi penguasa," tutupnya. (MKNC/Siagian)
Share:
Komentar

Berita Terkini