Kedapatan Bakar Hutan Konservasi di Kabupaten Solok, Lima Orang Ini Diciduk Polisi

Editor: Minangpos.com author photo
MINANGPOS - SOLOK :  Belum selesai penanganan Karhutla di Riau dan Kalimantan, muncul lagi kasus karhutla di wilayah hukum Polres Solok Kota tepatnya di Jorong Balai Batingkah Nagari Saniangbaka Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok dengan Koordinat Latitude : 0,71546. Longtitude : 100,54923.
Mencegah agar kebakaran tidak semakin meluas, Kapolres Solok Kota, beserta jajarannya bersama BKSDA Sumbar dan Dishut Kabupaten Solok melakukan pemadaman secara manual dibantu masyarakat sekitar. Selanjutnya, dilakukan koordinasi dengan BKSDA terkait status lahan tersebut.
"Hasil dari koordinasi dengan BKSDA didapatkan informasi bahwa lokasi tersebut adalah kawasan hutan suaka margasatwa, Polres Solok Kota langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka, memasang police line TKP, dan penyitaan terhadap barang bukti" ungkap Kapolres Solok Kota, AKBP Dony Setiawan, SIK. MH, Senin (16/9).
"Kita mengamankan Kodir (43) warga Kabupaten Dharmasraya, Dedek Randi (47) Warga Kota Solok, Afmomen (25) warga Kabupaten Solok dan Yandi Muhammad (22) warga Kabupaten Dharmasraya," jelas Dony Setiawan.
Disampaikan, keempat tersangka merupakan buruh yang diupah untuk membuka lahan dengan cara dibakar dengan korek api oleh pemilik lahan H. Lukmi, (65) warga Kabupaten Bekasi.
"Akibatnya, api tidak bisa dikendalikan sehingga meluas dan membakar lahan yang berada di sekitarnya," kata Dony.
Disampaikan, Luas dampak kebakaran kurang lebih 2 Ha, dengan ketinggian 646 MDPL.
Polres Solok Kota juga mengamankan BB berupa 5 unit mesin pemotong rumput. 2 unit mesin pompa racun rumput. 2 unit mesin diesel listrik (Genset). 1 buah gerobak dorong. 4 buah dirigen. 1 buah parang dengan gagang kayu panjang kurang lebih 50 cm. 1 buah mancis/korek api jenis cricket. 1 unit mesin pemotong kayu /shinso merek TANIKA. 4 buah cangkul. 1 unit sepeda motor merek satria FU warna kuning tanpa plat nomor. Dan kurang lebih 8 kubik kayu pinus yang sudah diolah.
"Tersangka dijerat Pasal 40 ayat 1 UU. RI No. 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber daya Alam hayati dan Ekosistemnya dan atau Pasal 78 ayat 2 dan 3 ke Pasal 50 ayat 3 ke huruf b dan d, UURI No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dan atau Pasal 94, Pasal 82 Ayat 1 huruf c, UURI No. 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan, dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun penjara," ucapnya. (MKNC/SChanS)
Share:
Komentar

Berita Terkini