Kabut Asap Mulai Selimuti Pariaman, Omset Penjual Masker Meningkat

Editor: Minangpos.com author photo
MINANGPOS - PARIAMAN :  Terjadinya bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau mendatangkan berkah tersendiri bagi penjual masker.
Untuk menghindari terjangkit penyakit ISPA masyarakat beramai-ramai menggunakan masker sebagai antisipasi supaya tidak terhirup polusi kabut asap tersebut secara langsung yang bisa membuat efek negatif bagi kesehatan dan juga pada saluran pernafasan.
Dampak kabut asap ini juga berimbas kepada bisnis penjualan masker yang laris manis di apotik-apotik, dan menjadi satu kebutuhan wajib saat ini agar tidak menghirup udara yang mempunyai kualitas yang buruk dan berbahaya untuk kesehatan.
Ayu seorang karyawan Apotik di Desa Kampung Baru, Kota Pariaman, Sumbar, Senin (16/9) mengatakan satu minggu terakhir ini banyak orang yang datang untuk membeli masker dalam kapasitas besar dan melebihi penjualan dari hari biasanya.
Hal senada juga disampaikan oleh Yola yang juga seorang karyawan di salah satu apotik yang berlokasi di sebelah Stasiun Kereta Api Pasar Pariaman, dalam seminggu ini penjualan masker mereka bisa satu kardus dalam sehari, dan satu kardus itu isinya 40 kotak dan dalam satu kotak isinya ada 50 helai masker, dengan harga perkotaknya 35 ribu hingga Rp40 ribu melihat dari jenis masker yang dijual.
"Pembeli yang datang tidak hanya dari masyarakat saja tetapi juga ada dari dinas atau instansi yang ada di Kota Pariaman ini, selain itu juga ada komunitas-komunitas yang datang membeli untuk mereka bagikan secara gratis kepada masyarakat khususnya pengendara sepeda motor," jelas Yola sembari menunjukan jenis masker yang dijualnya.
Nah, untuk masyarakat yang menggunakan masker biasa disarankan hanya menggunakan masker untuk satu kali pemakaian, karena jika digunakan lagi masker tersebut sudah tidak steril lagi, dan jika anda menggunakan masker yang terbuat dari bahan kain bisa menjadi solusi alternatif untuk penggunaan masker ini dan bisxa dicuci setelah digunakan karena masker tersebut sudah dijamin kebersihannya dari partikel polusi yang tersangkut di dalam kain. (MKNC/SChanS)
Share:
Komentar

Berita Terkini